Info Pendidikan Lengkap
InfoIndeks

Asal Mula Sholat Tarawih, Niat, Bacaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Asal Mula Sholat Tarawih, Niat, Bacaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya
Asal Mula Sholat Tarawih, Niat, Bacaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Asal Mula Sholat Tarawih, Niat, Bacaan, dan Tata Cara Pelaksanaannya

Pendahuluan

Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh keberkahan dan kemuliaan bagi umat Islam. Di bulan inilah Al-Qur’an diturunkan, pintu-pintu surga dibuka, dan pahala amal ibadah dilipatgandakan. Salah satu ibadah khas yang hanya dilakukan pada bulan Ramadan adalah shalat tarawih. Sholat ini menjadi ciri utama suasana Ramadan, baik di masjid, mushala, maupun di rumah.

Meskipun sholat tarawih sudah sangat familiar, tidak sedikit umat Islam yang belum memahami secara mendalam asal mula sholat tarawih, dasar hukumnya, niat, bacaan, tata cara, serta keutamaannya. Artikel ini akan membahas secara lengkap dan sistematis agar dapat menambah pemahaman serta meningkatkan kekhusyukan dalam menjalankannya.

Pengertian Sholat Tarawih

Secara bahasa, kata tarawih berasal dari bahasa Arab tarwihah (ترويحة) yang berarti istirahat atau jeda. Dinamakan tarawih karena pada pelaksanaannya, sholat ini dilakukan dengan beberapa rakaat yang diselingi waktu istirahat singkat.

Secara istilah, shalat tarawih adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan setelah sholat Isya hingga menjelang waktu Subuh. Sholat ini termasuk dalam kategori qiyamullail, yaitu sholat malam yang dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Asal Mula dan Sejarah Sholat Tarawih

Sholat Tarawih di Zaman Rasulullah SAW

Sholat tarawih pertama kali dilakukan pada masa Rasulullah SAW. Dalam beberapa hadis sahih, disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah melaksanakan sholat malam di bulan Ramadan secara berjamaah di masjid.

Baca juga  Keutamaan Sholat Tarawih Malam Pertama: Dibersihkan dari Dosa Seperti Bayi yang Baru Lahir

Diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah SAW pada suatu malam melaksanakan sholat di masjid, kemudian para sahabat ikut bermakmum. Pada malam berikutnya, jumlah jamaah semakin banyak. Namun, pada malam ketiga atau keempat, Rasulullah SAW tidak keluar untuk mengimami sholat tersebut.

Ketika ditanya alasannya, Rasulullah SAW bersabda bahwa beliau khawatir sholat tersebut diwajibkan kepada umatnya, sehingga menjadi beban yang berat. Oleh karena itu, beliau lebih memilih untuk mengerjakannya secara sendiri-sendiri (munfarid).

Hal ini menunjukkan bahwa sholat tarawih sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW, namun belum ditetapkan sebagai ibadah berjamaah secara rutin.

Sholat Tarawih di Masa Khalifah Umar bin Khattab

Perkembangan sholat tarawih secara berjamaah terjadi pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu. Pada suatu malam di bulan Ramadan, Umar melihat kaum muslimin melaksanakan sholat malam secara terpisah-pisah di masjid.

Kemudian Umar berinisiatif untuk mengumpulkan mereka dalam satu jamaah dengan satu imam, yaitu Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu. Umar pun berkata:

“Sebaik-baik bid’ah adalah ini.”

Yang dimaksud bid’ah di sini bukanlah bid’ah tercela, melainkan bid’ah hasanah, yaitu sesuatu yang baru dalam tata cara pelaksanaannya tetapi memiliki dasar dari sunnah Rasulullah SAW.

Sejak saat itu, shalat tarawih berjamaah menjadi tradisi umat Islam hingga sekarang.

Hukum Sholat Tarawih

Hukum sholat tarawih adalah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan. Baik dilakukan secara berjamaah maupun sendiri, keduanya sama-sama diperbolehkan dan memiliki keutamaan.

Meskipun tidak wajib, meninggalkan sholat tarawih tanpa alasan yang jelas merupakan sebuah kerugian besar karena banyaknya pahala yang dijanjikan oleh Allah SWT.

Jumlah Rakaat Sholat Tarawih

Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat sholat tarawih, di antaranya:

  1. 8 rakaat + 3 rakaat witir
    Pendapat ini merujuk pada hadis yang menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak pernah menambah sholat malam lebih dari 11 rakaat.

  2. 20 rakaat + 3 rakaat witir
    Pendapat ini berdasarkan praktik sholat tarawih di masa Khalifah Umar bin Khattab yang kemudian diikuti oleh mayoritas sahabat dan ulama mazhab.

Baca juga  Twibbon Lengkap Memperingati Hari Nuzulul Quran

Perbedaan ini bukanlah perbedaan yang perlu diperdebatkan, karena keduanya memiliki dasar dan tujuan yang sama, yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Niat Sholat Tarawih

Niat sholat tarawih dilakukan di dalam hati, namun boleh dilafalkan untuk membantu kekhusyukan.

Niat Sholat Tarawih Sendiri (Munfarid)

Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushallī sunnatat tarāwīhi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā

Artinya:
“Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Niat Sholat Tarawih Berjamaah (Makmum)

Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيحِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُومًا لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:
Ushallī sunnatat tarāwīhi rak‘ataini ma’mūman lillāhi ta‘ālā

Artinya:
“Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Sholat Tarawih

Tata cara sholat tarawih pada dasarnya sama seperti sholat sunnah dua rakaat lainnya, yaitu:

  1. Niat

  2. Takbiratul ihram

  3. Membaca doa iftitah

  4. Membaca Surah Al-Fatihah

  5. Membaca surah atau ayat Al-Qur’an

  6. Rukuk

  7. I’tidal

  8. Sujud

  9. Duduk di antara dua sujud

  10. Sujud kedua

  11. Berdiri untuk rakaat kedua

  12. Tasyahud akhir

  13. Salam

Sholat tarawih dilakukan dua rakaat satu salam, kemudian diulang hingga jumlah rakaat yang diinginkan tercapai.

Bacaan dalam Sholat Tarawih

Tidak ada bacaan khusus yang diwajibkan dalam sholat tarawih selain Surah Al-Fatihah. Setelah itu, dianjurkan membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang panjang, sesuai kemampuan.

Di banyak masjid, imam biasanya membaca:

  • Surah-surah pendek (juz 30)

  • Atau membaca Al-Qur’an secara berurutan hingga khatam selama bulan Ramadan

Semua bacaan tersebut diperbolehkan dan sah.

Sholat Witir Setelah Tarawih

Sholat tarawih biasanya ditutup dengan shalat witir, yang jumlah rakaatnya ganjil, yaitu 1, 3, 5, atau lebih. Yang paling umum dilakukan adalah 3 rakaat witir.

Sholat witir memiliki keutamaan besar dan sangat dianjurkan untuk tidak ditinggalkan.

Baca juga  Keutamaan Shalat Tarawih di Setiap Malam Ramadhan

Keutamaan Sholat Tarawih

Beberapa keutamaan sholat tarawih antara lain:

  1. Diampuni dosa-dosa yang telah lalu
    Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan ikhlas, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

  2. Mendapat pahala besar
    Setiap rakaat sholat tarawih bernilai pahala yang berlipat ganda.

  3. Mendekatkan diri kepada Allah SWT
    Sholat tarawih menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

  4. Menumbuhkan kebersamaan umat Islam
    Sholat tarawih berjamaah mempererat ukhuwah dan persatuan umat.

Penutup

Sholat tarawih merupakan ibadah sunnah yang penuh dengan keutamaan dan nilai spiritual yang tinggi. Sejarahnya yang berawal dari Rasulullah SAW hingga dikukuhkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab menunjukkan bahwa sholat ini memiliki landasan yang kuat dalam ajaran Islam.

Dengan memahami asal mula sholat tarawih, niat, bacaan, tata cara, dan keutamaannya, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih khusyuk dan penuh kesadaran. Mari jadikan bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita. Aamiin 🤲

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *