Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN
DUKUNGAN SISTEM INFORMASI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN  – Pengambilan keputusan ialah suatu keputusan yang merupakan jawaban pasti terhadap suatu pertanyaan. Keputusan harus dapat menjawab pertanyaan tentang apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang dibicarakan dalam hubungannya dengan perencanaan. Keputusan pun dapat merupakan tindakan terhadap pelaksanaan yang sangat menyimpang dari  rencana semula. Keputusan yang baik dasarnya dapat digunakan untuk membuat rencana dengan baik pula. Keputusan itu diambil dengan sengaja, tidak secara kebetulan serta tidak boleh sembarangan. Misalnya terlebih dahulu harus diketahui dan dirumuskan dengan jelas, sedangkan pemecahannya harus didasarkan pemilihan alternatif terbaik dari alternatif-alternatif yang disajikan.

  1. Kekuatan-kekuatan yang Mempengaruhi Keputusan

Suatu keputusan diambil untuk dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Ada tiga kekuatan yang selalu mempengaruhi keputusan yang diambil. Ketiga kekuatan tersebut antara lain:

  1. Dinamika individu di dalam organisasi

Perubahan yang terjadi dalam diri seseorang secara graduil. Dapat dikatakan bahwa seseorang yang berpendirian tetap akan lebih mudah diramalkan perilakunya dibandingkan dengan seseorang yang tidak mempunyai pendirian yang kuat. Agar pemimpin dapat meramalkan reaksi, sikap dan tindak tanduk para bawahannya , ia perlu mengetahui bagaimana pandangan para bawahan itu sendiri terhadap diri mereka sendiri. Hal yang lebih baik dilakukan oleh seorang pemimpin yaitu mesinkronisasikan tujuan dan kepentingan organisasi dengan tujuan serta kepentingan individu di dalam organisasi.

  1. Dinamika kelompok di dalam organisasi

Kelompok yang baik dalam organisasi merupakan kelompok yang “dewasa” dan tetap berusaha untuk lebih dewasa. Kedewasaan yang dimaksud disini ialah :

  • Mampu melaksanakan kerjasama yang harmonis dalam menjalankan tugas yang menjadi tanggung jawab bersama.
  • Bersedia untuk mengutamakan kepentingan organisasi daripada kepentingan pribadi
  • Bersedia untuk menerima kewajiban yang lebih besar daripada menuntut hak pribadi.
  • Mampu berinovasi demi peningkatan kemampuan kerja yang lebih baik.
  • Mampu untuk menerima dan menggunakan perubahan yang terjadi.
  1. Dinamika lingkungan organisasi
Baja Juga :  Materi PAI Kelas 7 BAB 1 Lebih Dekat dengan Allah Swt yang Sangat Indah Nama-Nya

Segala sesuatu yang mempengaruhi keputusan dan kondisi yang ada termasuk dalam lingkungan. Sesungguhnya semua keputusan harus taat pada tekanan-tekanan yang bersumber dari lingkungan. Keputusan yang diambil tersebut diharapkan dapat merubah lingkungan sebagai kekuatan yang mempengaruhi proses dan pola pengambilan keputusan.

Suatu keputusan tidak berdiri sendiri. Suatu keputusan yang penting, merupakan sumber yang menimbulkan reaksi berantai. Reaksi ini berupa adanya keputusan-keputusan lain yang kurang penting dan dibuat oleh echelon yang lebih rendah.Sekali satu keputusan diambil, segera timbul perubahan dalam lingkungan keputusan tersebut.

  1. Pendekatan Dasar Pengambilan Keputusan
  2. Pendekatan yang sifatnya pragmatis

Pendekatan ini melihat hasil yang dicapai.Jika hasil yang dicapai sesuai dengan harapan dan keinginan, keputusan yang diambil dapat dikatakan sebagai keputusan yang baik. Sebaliknya, apabila hasil yang diperoleh tidak menguntungkan bagi pengambil keputusan maka dapat dikatakan keputusan tersebut kurang baik.Ditinjau dari segi teori ilmiah maupun segi praktek, dalam dunia kenyataan yang menjadi tolak ukur adalah akibat dan hasil dari suatu tindakan.

  1. Pendekatan yang sifatnya procedural

Pendekatan ini yang dinilai adalah proses atau tata cara yang digunakan dalam mengambil keputusan. Cara ini sekarang makin popular karena cara inilah yang menyangkut model dan teknik pengambilan keputusan. Yang dilakukan ialah menilai sesuatu keputusan, baik atau tidak, berdasarkan cara yang ditempuh untuk menjatuhkan pilihan.

  1. Model-model Pengambilan Keputusan

Tidak semua pemilihan alternatif dilakukan dengan cara yang sama oleh berbagai pengambil keputusan. Hal ini merupakan sumber dari perbedaan keputusan yang diambil. Ada lima model pengambilan keputusan :

  1. Model Rasional

Model ini mengasumsikan empat hal, yaitu pengambilan keputusan bersikap rasional, memiliki pengetahuan yang tak terbatas dan informasi yang luas dalam konteks pemecahan masalah, mampu menghitung probabilitas kesuksesan masing-masing alternatif, serta memiliki sistem preferensi yang konsisten dalam memilih alternatif terbaik. Pada model ini, pengambil keputusan menjalani delapan tahapan mental yaitu:

Baja Juga :  Materi IPS SMP MANUSIA, TEMPAT DAN LINGKUNGAN

– Mengenali masalah dan kebutuhan adanya keputusan

– Identifikasi tujuan pengambilan keputusan

–  Mengidentifikasi data yang relevan dan menganalisis situasi keputusan

– Mengembangkan alternative

– Memilih alternatif terbaik

– Melakukan implementasi keputusan

– Mengumpulkan umpan balik atas hasil keputusan yang diambil

– Merevisi keputusan apabila diperlukan

 

  1. Model Rasioanalitas Terbatas

Menurut Herbert A Simon, manusia memiliki sistem preferensi yang tidak konsisten. Pengetahuan dan informasi yang mereka mililki pada umumnya juga terbatas. Keterbatasan rasionalitas ini dalam teori pengambilan keputusan dinamakan bounded rationality dan menyebabkan pengambil keputusan mengambil alternatif paling memuaskan yang pertama kali terlintas dalam pikirannya.

  1. Model Kaleng Sampah

Model kaleng sampah (garbage can model) tidak memperdulikan hubungan keteraturan di antara masalah yang terjadi, solusi yang ada pelaku alternatif, namun menjelaskan bahwa pengambilan keputusan dalam sebuah perusahaan bersifat acak (random) dan tidak sistematik.

Hal ini mirip dengan seseorang yang mengambil sesuatu dari kaleng sampah di mana dia bisa memperoleh apa pun tanpa terduga. Model keputusan semacam ini di Indonesia banyak dilakukan oleh para eksekutif dengan bantuan para penasihat spiritualnya.

  1. Model Transenden

Model transenden ini tidak pernah ditemukan dalam referensi pengambilan keputusan yang pernah ada. Akan tetapi, dalam kenyataannya model ini banyak dilakukan oleh sebagian umat muslim atau umat beragama lainnya diseluruh penjuru dunia dalam mengambil keputusan. Transenden memiliki arti di luar sistem yang dibicarakan. Pengambil keputusan yang memiliki informasi dari objek yang berada di luar sistem yang dibicarakan memilki kemampuan tembus pandang ke masa depan dimana akibat keputusan yang dilakukannya terjadi. Oleh karena itu, dia akan mampu membuat keputusan yang tepat hari ini.

Pada model ini, seorang pengambil keputusan melakukan pengembangan alternatif dalam keterbatasan dirinya dan menyerahkan keputusan alternatif yang ada kepada kekuatan supranatural yang lebih tinggi yaitu Allah SWT.

  1. Model Intuitif
Baja Juga :  MODUL KOMPUTER AKUNTANSI KELAS XI SMK

Model ini merupakan kebalikan dari model rasional.Dalam model intuitif ini berlaku hukum “ketidakterbatasan di luar rasionalitas”.Ketidakterbatasan ini karena model intuitif menekankan pada pengetahuan subconscious yang dimiliki manusia.Pengetahuan ini diluar kesadaran manusia terakumulasi sebagai pola-pola dan disimpan dalam relung hatinya. Pengetahuan yang terakumulasi seperti itu sangat tidak terbatas karena berbagai stimulan yang ditangkap oleh seluruh pancaindra manusia akan disimpan sebagai pengetahuan.

  1. Tahap Pengambilan Keputusan dalam Hubungannya dengan Sistem Informasi Manajemen

 

Tahap Proses Pengambilan Keputusan Hubungan Dengan SIM
Pemahaman Proses penyelidikan mengandung pemeriksaan baik dengan cara yang telah ditentukan maupun dengan cara khusus. Sistem informasi harus meneliti semua data dan mengajukan permintaan untuk diuji mengenai situasi yang jelas menuntut perhatian. Baik SIM maupun organisasi harus menyediakan saluran komunikasi untuk masalah yang diketahui dengan jelas agar disampaikan kepada organisasi tingkat atas sehingga masalah tersebut dapat ditangani.
Perancangan SIM harus mengandung model keputusan untuk mengolah data dan memprakarsai pemecahan alternatif. Model harus membantu menganalisis alternatif.
Pemilihan SIM menjadi paling efektif apabila hasil perancangan disajikan dalam suatu bentuk yang mendorong pengambilan keputusan. Apabila telah dilakukan pemilihan, peranan SIM berubah menjadi pengumpulan data untuk umpan balik dan penilaian kemudian.