Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

PPDB JAWA BARAT RESMI DI BUKA UNTUK TAHUN 2022

PPDB JAWA BARAT RESMI DI BUKA UNTUK TAHUN 2022
PPDB JAWA BARAT RESMI DI BUKA UNTUK TAHUN 2022

MATERILENGKAP.MY.IDPPDB JAWA BARAT RESMI DI BUKA UNTUK TAHUN 2022 – Di Provinsi Jawa Barat (Jabar), Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 telah resmi dibuka. Para calon siswa tentu harus bersiap diri.

Adapun acara pembukaan dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil dan Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Dedi Supandi di SMKN 2 Bandung, Selasa (17/5/2022). Menurut Dedi Supandi, PPDB tahap 1 dimulai pada tanggal 6 Juni 2022. “Hari ini, 17 Mei adalah titik awal pembagian akun ke SMP dan MTs,” ujar Kadisdik seperti dikutip dari laman resmi Disdik Jabar.

Dijelaskan, ada beberapa perbedaan dan perubahan di PPDB 2022 ini yang merupakan bagian dari penyempurnaan.

Yaitu, PPDB 2022 tidak menggunakan ranking rapor dan ada penambahan jalur zonasi dari 68 menjadi 83 zonasi. Hal ini untuk mengakomodasi daerah-daerah perbatasan. Adapun 6 Juni akan dimulai PPDB tahap I jalur:

  1. afirmasi 20 persen
  2. perpindahan orang tua 5 persen
  3. prestasi 25 persen
  4. tahap 2 untuk jalur zonasi sebesar 50 persen

Sedangkan yang afirmasi, terdiri dari 12 persen KETM, 3 persen disabilitas, dan 5 persen kondisi tertentu.

“Jika di tahap 1 jalur afirmasi masih tersisa, bisa ditambahkan ke jalur zonasi,” imbuhnya.

Gubernur: PPDB 2022 harus adil

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat menegaskan beberapa hal terkait penyelenggaraan PPDB 2022 ini, yakni:

  1. Pertama PPDB 2022 harus adil
  2. Kedua adalah keterandalan karena go digital.

“Saya tidak mau ada berita sistem pareum. Saya titip, jangan sampai kita sedang go digital kitanya tidak siap,” tegas Gubernur.

Ia juga mengingatkan, sukses itu tidak ada hubungannya dengan sekolah negeri dan tidak negeri. Akan tetapi sekolah itu hanya sarana.

Baja Juga :  Alur PPDB Jabar 2022 Jenjang SMA Semua Jalur, Dibuka Dua Tahap

“Yang membuat kita sukses adalah energi dalam hidup kita. Jadi, mau di negeri atau swasta sama saja,” jelasnya.

Karenanya, ia berpesan agar tidak melihat pendidikan ini hanya sekadar angka-angka. Tetapi pendidikan adalah investasi terhadap manusia.