Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

Manfaat Hipnoterapi dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Manfaat Hipnoterapi dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa

Manfaat Hipnoterapi dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa – Motivasi belajar merupakan faktor pendorong bagi peserta didik dalam pembelajaran terutama yang dilakukan di sekolah. Salah satu faktor ini  turut menentukan keefektifan dalam pembelajaran. Motivasi belajar juga merupakan salah satu alasan seorang peserta didik akan belajar dengan baik. Mereka akan belajar dengan sungguh-sungguh jika memiliki motivasi belajar yang tinggi. Jadi. Motivasi belajarlah yang menggerakkan diri siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran yang terarah sehingga tujuan yang dikehendaki peserta didik dapat dicapai.

Kita dapat melihat betapa berbedanya peserta didik yang memiliki motivasi belajar tinggi dan yang tidak memiliki motivasi belajar. Mereka yang memiliki motivasi belajar tinggi tampak lebih terkonsentrasi dan cenderung lebih tenang daripada mereka yang tidak.

Sardiman (1990: 40) mengemukakan bahwa: Dalam belajar mungkin juga ada perhatian semata, tetapi tidak ada motivasi, sehingga materi yang masuk ke dalam pikiran memiliki kecenderungan yang impresif tetapi samar-samar dalam kesadaran.

Pemikiran ini memberikan kesan bahwa motivasi dalam belajar sangatlah penting. Bagi seseorang yang memahami secara umum apa yang telah dilihat dan didengarnya tetapi tidak cukup untuk menimbulkan kesan, maka orang tersebut kurang motivasi. Oleh karena itu, motivasi dalam belajar perlu dicoba agar peserta didik memiliki kesan belajar.

Guru sebagai pendidik yang berada di lapangan yang berhadapan langsung dengan peserta didik tentunya sering menghadapi permasalahannya. Sebagian besar permasalahan yang dihadapi guru adalah rendahnya motivasi belajar, mulai dari tidak konsentrasi di kelas hingga tidak masuk sekolah karena malas dan lain-lain.

Semua permasalahan di atas tentunya harus dicarikan solusi yang tepat. Salah satunya adalah hipnoterapi. Hipnoterapi dapat digunakan pengajar untuk ‘menyembuhkan’ penyakit peserta didik ini agar timbul semangat belajarnya. Pengertian hipnoterapi itu sendiri adalah terapi yang membuat orang yang diterapi ini berada dalam suatu kondisi hipnosis. Hipnosis itu sendiri adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur yang dapat secara sengaja dilakukan kepada orang, dimana mereka akan memberikan respons pada pertayaan yang diajukan dan sangat terbuka dan reseptif terhadap sugesti yang di berikan oleh hipnoterapis. Teknik atau praktik dalam mempengaruhi orang lain untuk masuk ke dalam kondisi hipnosis. Hipnosis sendiri juga diartikan sebagai suatu kondisi di mana perhatian menjadi sangat terpusat sehingga tingkat sugestibilitas meningkat sangat tinggi,seni komunikasi untuk mempengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadaranya, yang dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak. Hipnosis juga disebut sebagai seni eksplorasi alam bawah sadar, kesadaran yang meningkat, suatu kondisi pikiran yang dihasilkan oleh sugesti (Gunawan, 2012).

Baja Juga :  Visi ke Masa Depan Pendidikan Indonesia yang Lebih Baik Abad 21

Melihat pengertian di atas, penulis dapat artikan bahwa hipnoterapi ini adalah memasukkan sugesti positif kepada orang lain dalam hal ini adalah peserta didik dalam kondisi alam bawah sadar. Keberhasilan hipnoterapi ini jika ada perubahan sikap peserta didik yang tidak bisa konsentrasi menjadi dapat berkonsentrasi, dari yang jarang masuk sekolah menjadi rajin ke sekolah, dan seterusnya. Hanya saja hasil perubahan sikap dari perlakuan hipnoterapi ini tidak bisa bisa permanen. Perlu pengulangan tindakan hipnoterapi bergantung pada kondisi masing-masing peserta didiknya. Terkadang salah satu peserta didik memerlukan hanya 2 kali tindakan hipnoterapi sedangkan peserta didik yang lain lebih dari itu.

Guru juga sebaiknya instropeksi barangkali penyebab dari segala permasalahan peserta didik adalah karena gurunya. Mereka memiliki motivasi belajar yang rendah salah satu di antaranya karena metode mengajar guru yang kurang menarik. Hal lainnya yaitu penguasaan materi yang kurang, hanya menguasai sedikit metode, dan hal yang lainnya. Ini menjadi bahan pemikiran untuk guru agar menguasai berbagai metode dan penguasaan bahan yang bisa didapatkan dari berbagai pelatihan daring maupun luring. Anggaplah guru berinvestasi ilmu agar dapat sukses berbagi sehingga sejatinya memperoleh kesuksesan dunia dan akhirat. Wallahu a’lam bishawwab

Reff : https://jabar.kemenag.go.id/