Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

Rangkuman Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Bab 3 MEWARIS BUDAYA MELALUTEKS PROSEDURI

Rangkuman Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Bab 3 MEWARIS BUDAYA MELALUTEKS PROSEDURI
Rangkuman Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Bab 3 MEWARIS BUDAYA MELALUTEKS PROSEDURI

INDONESIA | Rangkuman Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Bab 3 MEWARIS BUDAYA MELALUTEKS PROSEDURI

Pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 

Bismillahirrohmanirrohim 

Merdeka! 

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia, terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya. 

Kita semuanya telah mengetahui bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet 

yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang. Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan. Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka.

Saudara-saudara, Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan 

bahwa rakyat Indonesia di Surabaya, pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku, pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi, pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali, pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan, pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera, pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing, dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana. Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara dengan mendatangkan presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini, maka kita ini tunduk utuk memberhentikan pentempuran tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya. 

Saudara-saudara kita semuanya Kita bangsa Indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu dan kalau pimpinan tentara Inggris yang ada di Surabaya ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indoneisa yang ada di Surabaya ini dengarkanlah ini tentara Inggris. Ini jawaban kita ini jawaban rakyat Surabaya ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian. 

Baja Juga :  Materi Bahasa Indonesia Memahami Wacana Lisan Melalui Kegiatan Wawancara

Hai tentara Inggris Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu Kau menyuruh kita membawa senjata-senjata yang telah kita rampas dari tentara Jepang untuk diserahkan kepadamu. Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita: 

Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga. 

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah! keadaan genting! tetapi saya peringatkan sekali lagi. Jangan mulai menembak baru kalau kita ditembak maka kita akan ganti menyerang mereka itu kita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka. Dan untuk kita, saudara-saudara lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka semboyan kita tetap: merdeka atau mati! Dan kita yakin, saudara-saudara pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita sebab Allah selalu berada di pihak yang benar percayalah, saudara-saudara 

Tuhan akan melindungi kita sekalian. 

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Merdeka! 

Sebelum mempelajari Bab III, baca, dengar, dan renungkan pidato Bung Tomo pada 10 November 1945 di Surabaya. 

Pidato itu dapat diunduh melalui Pidato itu disampaikan Bung Tomo ketika tentara Inggris datang ke Surabaya untuk melucuti senjata. 

Pada saat mendengarkan pidato itu, kita dapat merasakan nilai nasionalisme, religius, patriotisme, keberanian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dapat membentuk karakter bangsa yang harus dimiliki masyarakat Indonesia.