Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

Rangkuman Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Bab 2 MEMAHAMI DAN MENCIPTA FANTASI

Rangkuman Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Bab 2 MEMAHAMI DAN MENCIPTA FANTASI
Rangkuman Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Bab 2 MEMAHAMI DAN MENCIPTA FANTASI

INDONESIA | Rangkuman Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas VII Semester 1 Bab 2 MEMAHAMI DAN MENCIPTA FANTASI

Gurumu akan memandu untuk membaca contoh cerita fantasi dari buku siswa ini atau ditambahkan cerita fantasi lain. Jika gurumu menggunakan teks dalam buku siswa ini, bacalah cerita fantasi berikut! Kamu akan mengenali dulu mengapa sebuah cerita dikategorikan sebagai cerita fantasi? Ikuti kegiatan berikut!

Bacalah bagian cerita fantasi bagian novel Indonesia berikut!

 

Cerita Fantasi 1 

KEKUATAN EKOR BIRU NATAGA

oleh Ugi Agustono

Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan. Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan 

keyakinan di dalam hati, mempertahankan milik mereka. Hari itu, sejarah besar Tana modo akan terukir di hati seluruh binatang.. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela tanah air tercinta.Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh panglima memberi isyarat untuk tidak panik.

Pasukan siluman serigala mulai menginjak Pulau Tana Modo, susul menyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar dengan sorot mata tajam. Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan kesombongan, disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan. Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap tenang menunggu aba-aba dari  Nataga. “Serbuuuu …!” teriak Nataga sambung-menyambung dengan seluruh panglima.Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya. Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api. Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali anak buahnya pada posisi siap menyerang. Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang 

Baja Juga :  Folk Poetry, Inherent Cultural Heritage

padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka, mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka. “Hai ….! Tak ada gunanya kalian melempar bola api kepada kami!” 

Seru serigala dengan sorot mata merah penuh amarah. Binatang-binatang tidak putus asa. Namun, pasukan serigala dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang, mulai bergerak 

maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung. Binatang-binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan. gertakan para serigala“Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!” bisik Dewi Kabut di telinga Nataga. Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak 

bola api yang padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar  dan mundur kepada seluruh pasukan.  Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor Nataga mengeluarkan api besar.Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras, membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus. Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. Kepungan api semakin luas. Serigala-serigala tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru. Teriakan panik dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar. Nataga tidak memberi ampun kepada para serigala licik itu. Selesai pertempuran Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh panglima. Levo, Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru dan tersenyum mengisyaratkan hormat dan bahagia. 

Untuk Materi Lengkapnya di bawah !