Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

Mengenal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Peranannya dalam Pendaftaran KIP Kuliah 2024

Mengenal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Peranannya dalam Pendaftaran KIP Kuliah 2024
Mengenal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Peranannya dalam Pendaftaran KIP Kuliah 2024

Materilengkap | Mengenal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Peranannya dalam Pendaftaran KIP Kuliah 2024

Mengenal Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dan Peranannya dalam Pendaftaran KIP Kuliah 2024

Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) merupakan sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh pemerintah setempat sebagai bukti bagi individu atau keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. SKTM ini memiliki peran penting dalam proses pendaftaran untuk mendapatkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Kuliah, yang disediakan oleh pemerintah untuk membantu siswa dari keluarga ekonomi rendah agar bisa melanjutkan pendidikan tinggi.

Peran SKTM dalam Pendaftaran KIP Kuliah

Pendaftaran KIP Kuliah memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon penerima, di antaranya adalah memiliki SKTM. Jika calon mahasiswa tidak memenuhi syarat sebagai penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), mereka dapat menggunakan SKTM sebagai pengganti untuk memenuhi persyaratan.

Syarat Pendaftaran KIP Kuliah

Untuk dapat mendaftar sebagai penerima bantuan KIP Kuliah, calon mahasiswa harus memenuhi beberapa syarat, antara lain:

  1. Lulusan SMA/SMK/MA/sederajat yang lulus tahun 2024 atau maksimal 2 tahun sebelumnya (2023 dan 2022).
  2. Lulus seleksi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) atau Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan program studi terakreditasi minimal C atau Baik.
  3. Memiliki potensi akademik yang baik dan berasal dari keluarga ekonomi rendah.
  4. Terdaftar sebagai penerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar (KIP) SMA/SMK yang terdata pada Dapodik dan SiPintar.
  5. Terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau merupakan penerima bantuan sosial yang ditetapkan oleh kementerian yang menangani urusan bidang sosial, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) atau Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
  6. Masuk dalam kelompok masyarakat miskin maksimal pada 3 desil pada Data Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PPKE) yang ditetapkan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
  7. Berasal dari panti sosial/asuhan.
  8. Memenuhi syarat pendapatan kotor gabungan orang tua/wali maksimal Rp 4 juta per bulan atau Rp 750 ribu per anggota keluarga, atau memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Baja Juga :  Buku Panduan KIP Kuliah Digital 2024

Dokumen yang Diperlukan untuk Mengurus SKTM

Untuk mengurus SKTM, calon penerima harus memenuhi syarat-syarat dokumen yang diperlukan, antara lain:

  • Surat Pengantar dari RT/RW.
  • Fotokopi Kartu Keluarga (KK).
  • Fotokopi E-KTP.

Cara Mengurus SKTM

Proses pengurusan SKTM melibatkan langkah-langkah berikut:

  1. Pemohon datang dengan membawa persyaratan pendukung ke kantor pelayanan SKTM setempat.
  2. Melakukan pengecekan atau pemeriksaan berkas syarat pembuatan SKTM oleh petugas.
  3. Pengecekan berkas dan identitas pemohon oleh petugas setempat.
  4. Apabila berkas dinyatakan lengkap, maka SKTM akan dibuat oleh petugas.
  5. Pengesahan dengan penandatanganan SKTM oleh pihak yang berwenang.
  6. SKTM diserahkan ke pemohon.

Dengan demikian, SKTM memiliki peran penting dalam membantu calon mahasiswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi melalui bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Kuliah. Meskipun persyaratan dan prosedur pengurusan SKTM dapat bervariasi di setiap daerah, namun pada dasarnya, pemenuhan persyaratan utama yang telah ditetapkan perlu dipatuhi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di masing-masing wilayah.