Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

Mengenal Cerita Fabel dan Cara Menulisnya

Mengenal Cerita Fabel dan Cara Menulisnya
Mengenal Cerita Fabel dan Cara Menulisnya

MATERILENGKAP.MY.ID | Mengenal Cerita Fabel dan Cara Menulisnya

Halo Sobat Materi Lengkap! Pernahkah Sobat membaca cerita yang tokoh-tokohnya binatang, namun berbicara dan berperilaku layaknya manusia seperti di dalam cerita Si Kancil dan Buaya? Jika pernah, berarti kalian telah membaca sebuah teks yang disebut dengan cerita fabel.

Cerita fabel merupakan karya fiksi/khayalan berbentuk narasi yang mengisahkan kehidupan binatang berperilaku menyerupai manusia. Cerita fabel memiliki struktur yang hampir sama seperti cerpen, hanya saja di dalam teks fabel terdapat tahapan koda di akhir cerita.  Ada pun struktur cerita fabel terdiri dari pembuka cerita (orientasi), konfik dalam cerita (komplikasi), penyelesaian konflik (resolusi), dan amanat cerita (koda).

Agar Sobat Materi Lengkap dapat membuat cerita fabel yang baik, Sobat bisa melakukan tahap-tahap sebagai berikut:

1. Menentukan Ide Cerita

Sebelum menulis cerita, terlebih dahulu Sobat Materi Lengkap perlu menentukan seperti apa cerita yang akan ditulis. Sobat bisa menemukan ide-ide baru dengan cara membaca buku/majalah/koran, mengamati binatang di sekitar kita, melihat tayangan televisi, film dokumenter binatang, dll.

2. Menentukan Alur Cerita

Setelah mendapatkan ide, hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menentukan alur cerita dan garis besar cerita yang ingin ditulis. Alur merupakan suatu rangkaian peristiwa dalam cerita yang bersifat sebab-akibat, artinya setiap peristiwa yang terjadi adalah akibat dari peristiwa lainnya.

3. Menciptakan Tokoh

Langkah selanjutnya adalah menciptakan tokoh. Dalam membuat tokoh cerita fabel, kita harus membuat tokoh binatang yang memiliki nama dan sifat seperti manusia.

4. Menentukan Sudut Pandang

Sudut Pandang adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang terbagi menjadi empat, yaitu sudut pandang orang pertama pelaku utama, sudut pandang orang pertama sebagai pelaku sampingan, sudut pandang orang ketiga serba tahu kisah cerita, dan sudut padang orang ketiga mengamati apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh.

Baja Juga :  Bahasa Indonesia Modul 4 Laporanku

5. Mengembangkan cerita

Setelah itu, kalian bisa mulai mengembangkan cerita berdasarkan kerangka cerita yang sudah dibuat, diawali dengan menulis pembuka cerita yang dapat menarik perhatian pembaca.

6. Membuat Penutup

Pada bagian penutup, Sobat Materi Lengkap dapat menuliskan amanat atau pesan moral yang ingin disampaikan kepada pembaca. Amanat yang disampaikan haruslah berdasarkan rangkaian peristiwa yang terjadi dalam cerita.

Itulah penjelasan mengenai cerita fabel dan cara menulisnya. Tahap-tahapan tersebut tentunya dapat membantu Sobat Materi Lengkap agar dapat menciptakan cerita fabel yang baik dan juga menarik untuk dibaca. Semoga bermanfaat, ya!