Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

Menag Rencanakan KUA Dapat Melayani Semua Agama, Bukan Hanya Islam 2024

Menag Rencanakan KUA Dapat Melayani Semua Agama, Bukan Hanya Islam 2024
Menag Rencanakan KUA Dapat Melayani Semua Agama, Bukan Hanya Islam 2024

Materilengkap | Menag Rencanakan KUA Dapat Melayani Semua Agama, Bukan Hanya Islam 2024

Menag Rencanakan KUA Dapat Melayani Semua Agama, Bukan Hanya Islam 2024

Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Menteri Yaqut Cholil Qoumas telah mengumumkan rencana ambisius untuk mengubah fungsi Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi pusat layanan keagamaan lintas agama. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam yang bertajuk ‘Transformasi Layanan dan Bimbingan Keagamaan Islam sebagai Fondasi Pembangunan Nasional yang Berkelanjutan’.

Menurut Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, KUA tidak hanya akan menjadi tempat pencatatan pernikahan bagi umat Muslim, tetapi juga direncanakan akan dijadikan tempat pencatatan pernikahan bagi umat non-Muslim. “KUA bisa digunakan untuk tempat pernikahan semua agama,” ungkapnya.

Dalam upayanya untuk mengintegrasikan data pernikahan dan perceraian secara lebih baik, Menag Yaqut berharap bahwa dengan mengembangkan fungsi KUA sebagai tempat pencatatan pernikahan agama selain Islam, hal itu dapat terwujud.

Lebih lanjut, Menteri Agama juga berharap bahwa aula-aula yang ada di KUA dapat dipersilakan untuk menjadi tempat ibadah sementara bagi umat non-Muslim yang masih kesulitan mendirikan rumah ibadah sendiri karena berbagai faktor. “Bantu saudara-saudari kita yang non-Muslim untuk bisa melaksanakan ibadah yang sebaik-baiknya,” pesannya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Islam, Kamaruddin Amin, mengumumkan bahwa pada tahun ini, pihaknya akan meluncurkan KUA sebagai pusat layanan keagamaan lintas agama. “Tahun ini pula segera kami launching KUA sebagai pusat layanan keagamaan lintas fungsi dan lintas agama,” ucapnya.

Ditambahkan bahwa meskipun KUA hanya terbentuk di 5.917 kecamatan, namun akan melayani masyarakat yang tersebar di 7.277 kecamatan. Ini menunjukkan komitmen mereka untuk menyediakan layanan keagamaan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Baja Juga :  Kemenag Targetkan SBSN 2024 Selesai Sebelum Pelantikan Presiden dan Wapres Terpilih

Inisiatif ini mendapat dukungan dari berbagai pihak di dalam rapat tersebut, yang melibatkan sejumlah pejabat penting dari berbagai direktorat di Kementerian Agama.

Pengumuman ini menandai langkah penting menuju inklusivitas dalam pelayanan keagamaan di Indonesia, di mana semua warga negara, terlepas dari agama yang dianut, dapat merasakan layanan yang setara dan inklusif dari pemerintah.