Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

Kuatkan Eksistensi Pendidikan Al Quran, Kemenag Dorong Guru dan Dosen Miliki Syahadah

Kuatkan Eksistensi Pendidikan Al Quran, Kemenag Dorong Guru dan Dosen Miliki Syahadah
Kuatkan Eksistensi Pendidikan Al Quran, Kemenag Dorong Guru dan Dosen Miliki Syahadah

Materi Lengkap | Kuatkan Eksistensi Pendidikan Al Quran, Kemenag Dorong Guru dan Dosen Miliki Syahadah

Kuatkan Eksistensi Pendidikan Al Quran, Kemenag Dorong Guru dan Dosen Miliki Syahadah

Kementerian Agama Republik Indonesia telah meluncurkan upaya serius dalam meningkatkan kualifikasi dan kompetensi Guru Pendidikan Al Quran. Hal ini merespon temuan dari riset Islamicity Index of Quran (IIQ) yang menyatakan bahwa literasi Al Quran di Indonesia masih tergolong minim. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyelenggaraan Uji Kompetensi Pendidikan Al Quran melalui Standarisasi Guru Pendidikan Al Quran.Kuatkan Eksistensi Pendidikan Al Quran, Kemenag Dorong Guru dan Dosen Miliki Syahadah

Dalam pembukaan acara yang dilakukan melalui zoom meeting, Plt. Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Waryono, menegaskan bahwa Al Quran bukan hanya sebuah kitab suci, tetapi juga memiliki keindahan estetika yang unik. Dari bacaan Al Quran, muncul ilmu tajwid yang memiliki peran penting dalam menghaluskan pengucapan Al-Quran itu sendiri. Waryono menekankan bahwa perbedaan dalam pengucapan Al Quran dapat mengubah makna aslinya bahkan secara teologis. Oleh karena itu, uji kompetensi Al-Quran menjadi suatu keharusan.

“Pentingnya uji kompetensi Al-Quran tidak dapat dipandang sebelah mata karena perbedaan pengucapan dapat berimplikasi pada makna asli Al-Quran,” tegas Waryono.

Nurul Huda, Kasubdit Pendidikan Al Quran, menambahkan bahwa penilaian kompetensi Guru Pendidikan Al Quran juga berkaitan dengan kewajiban lembaga untuk mengunggah syahadah saat mengajukan perizinan. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi dalam mengajar Al Quran tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga berkaitan dengan akreditasi dan legalitas lembaga.

Pentingnya fasilitasi dalam mencakup sertifikasi kompetensi yang massif juga ditekankan oleh Waryono. Ini diperlukan untuk memberikan dukungan yang komprehensif terhadap upaya peningkatan kompetensi Al-Quran.

Baja Juga :  Petunjuk Teknis Bantuan Rehabilitasi Ruang Belajar PMDT Tahun Anggaran 2024

Sambutan positif juga datang dari Kabid Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kanwil Jawa Tengah, Amin Handoyo. Dia menyatakan apresiasi terhadap Program Peningkatan Kompetensi Literasi Al Quran untuk Guru dan Dosen yang difasilitasi oleh Kementerian Agama.

Dalam kegiatan Standarisasi Guru Pendidikan Al Quran, 35 peserta dari Jawa Tengah dan Yogyakarta turut serta. Narasumber yang dihadirkan berasal dari lembaga yang memiliki sertifikasi profesi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), menunjukkan seriusnya komitmen dalam memastikan standar kualitas dalam pendidikan Al Quran.

Upaya-upaya ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam meningkatkan literasi Al Quran di Indonesia serta memperkuat kualitas pendidikan Al Quran yang diajarkan oleh para guru dan dosen di seluruh negeri.