Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

Integrasi Data Pendidikan Islam 100%

Integrasi Data Pendidikan Islam 100%
Integrasi Data Pendidikan Islam 100%

Materilengkap | Integrasi Data Pendidikan Islam 100%

Integrasi Data Pendidikan Islam 100%

Pada akhir tahun 2023, Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mencapai pencapaian luar biasa dengan berhasil mengintegrasikan data pendidikan melalui aplikasi EMIS 4.0. Hal ini merupakan implementasi dari KMA Nomor 83 Tahun 2022 yang menegaskan integrasi data pendidikan pada Kementerian Agama sebagai keharusan, didukung penuh oleh Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: B-727.1/Dj.I/06/2023.

Integrasi data menjadi kata kunci untuk memastikan kualitas data pendidikan yang lebih baik, memungkinkan akses informasi yang lebih mudah dan akurat. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras berbagai entitas terkait, dari level satuan pendidikan hingga Kementerian Agama Pusat. Penghargaan pun diberikan kepada para operator (User Champion) yang menjadi ujung tombak dalam pendataan.

Namun, keberhasilan ini juga menghadirkan tantangan baru, terutama dalam menjaga keberlanjutan program setelah Proyek REP-MEQR dari Bank Dunia berakhir pada tahun 2024. Persiapan SDM, infrastruktur, regulasi, dan skema pembiayaan menjadi krusial untuk memastikan kelangsungan program.

SDM yang terlibat dalam pengembangan sistem pendataan tidak hanya dari internal Kementerian Agama, tetapi juga melibatkan konsultan ahli dan Tim Pengembang Aplikasi dari pihak ketiga. Infrastruktur pendukung juga memerlukan perhatian khusus, terutama karena penggunaan teknologi cloud yang memerlukan biaya cukup tinggi.

Menghadapi masa depan tanpa dukungan pembiayaan dari Bank Dunia, Kementerian Agama perlu menjalin kerjasama yang lebih erat dengan pihak lain, seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika, untuk memastikan efisiensi dalam pengelolaan infrastruktur pendukung.

Meskipun tantangan ini besar, dengan persiapan maksimal dan dukungan dari semua pemangku kepentingan, Kementerian Agama yakin dapat mengatasi hambatan tersebut dan menghasilkan dampak yang positif dalam dunia pendidikan pada akhirnya. Integrasi data pendidikan bukan hanya sebuah keharusan, tetapi juga menjadi pondasi yang kuat untuk mewujudkan sistem pendidikan yang lebih baik dan terintegrasi di Indonesia.