Informasi Cepat Seputar Berita Pendidikan
Google NewsIndeks

Dukung Gerakan Sekolah Sehat, Kemendikbudristek Luncurkan Roadmap Sanitasi Sekolah 2024-2030

Dukung Gerakan Sekolah Sehat, Kemendikbudristek Luncurkan Roadmap Sanitasi Sekolah 2024-2030
Dukung Gerakan Sekolah Sehat, Kemendikbudristek Luncurkan Roadmap Sanitasi Sekolah 2024-2030

Materilengkap | Dukung Gerakan Sekolah Sehat, Kemendikbudristek Luncurkan Roadmap Sanitasi Sekolah 2024-2030

Dukung Gerakan Sekolah Sehat, Kemendikbudristek Luncurkan Roadmap Sanitasi Sekolah 2024-2030

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah meluncurkan dokumen Peta Jalan Sanitasi Sekolah 2024-2030 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan akses dan kualitas sanitasi di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Dokumen ini menjadi landasan perencanaan bagi semua pihak terkait untuk mencapai target sanitasi sekolah yang berkualitas pada akhir tahun 2030.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Iwan Syahril, menegaskan pentingnya perubahan perilaku hidup bersih dan sehat dalam lingkungan pendidikan. Salah satu contoh perilaku yang ditekankan adalah kebiasaan cuci tangan dengan sabun secara rutin, yang dapat secara signifikan mengurangi angka ketidakhadiran siswa hingga 50%.

Hingga tahun 2022, hanya sekitar 11,43% sekolah di Indonesia yang memiliki fasilitas jamban terpisah dan berfungsi dengan baik, jauh dari target 100% layanan WASH pada 2030. Untuk mencapai tujuan ini, diperlukan perencanaan strategis lintas sektor dan partisipasi semua pemangku kepentingan.

Kannan Nadar, Chief of WASH dari UNICEF Indonesia, mengapresiasi komitmen Kemendikbudristek dalam meningkatkan kondisi air, sanitasi, dan kebersihan di sekolah-sekolah. Sarana sanitasi sekolah yang berkelanjutan dan inklusif memiliki dampak positif terhadap kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, serta meningkatkan kehadiran dan prestasi akademik mereka.

Wiwit Heris Mandari, Ketua Yayasan Strategi Pengkajian Edukasi Alternatif Komunikasi (SPEAK) Indonesia, menekankan pentingnya memasukkan sehat lingkungan sebagai fokus Gerakan Sekolah Sehat. Tiga indikator akses sanitasi sekolah yang disebutkan, yaitu akses terhadap air bersih yang layak, jamban terpisah untuk laki-laki dan perempuan, serta fasilitas cuci tangan dengan sabun, harus menjadi prioritas dalam upaya membangun lingkungan sekolah yang sehat dan berbudaya.

Baja Juga :  Himbauan Aktivasi Rekening Tunjangan Insentif Guru Madrasah Tahun 2022

Dengan tersedianya akses sanitasi yang memadai, diharapkan sekolah dapat mendorong pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan dengan sabun, pembuangan sampah yang terkelola dengan baik, penggunaan fasilitas jamban secara tepat, dan penyediaan pembalut bagi siswi sebagai bagian dari manajemen kesehatan menstruasi.

Melalui kerjasama lintas sektor dan partisipasi semua pihak terkait, Kemendikbudristek optimis bahwa dengan implementasi dokumen Peta Jalan Sanitasi Sekolah ini, Indonesia dapat mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) terkait akses sanitasi sekolah pada tahun 2030, sehingga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat dan berdaya.